Belanda Jajah Indonesia 350 Tahun ?


Di dalam buku pelajaran Sejarah di sekolah selalu disebutkan bahwa Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun atau 3,5 abad. Benarkah selama itu? Mari kita menelusuri jejak rekam kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda di Indonesia dan menghitung berapa lama sesungguhnya kita telah dijajah oleh Belanda.

Persaingan dagang di Nusantara dan didirikannya VOC

Sejak kedatangan yang pertama kali Alfonso de Albuquerque (1453-1515), seorang pelaut Portugis bersama ar

madanyapada tahun 1509 di Melaka, maka kawasan Nusantara pun dikenal oleh orang Eropa sehingga imperialisme dan kolonialisme menguasai Nusantara sampai berabad-abad kemudian.     

Persaingan dagang antara kapal-kapal dagang Eropa (Portugis, Spanyol, Inggris dan Belanda) yang kerap terjadi dalam memperebutkan barang dagangan dengan harga bersaing, membuat pedagang-pedagang Belanda yang sebelumnya juga saling bersaing, bertekad untuk bersatu dan bersekutu dengan membentuk satu perusahaan dagang bersama.

Kemudian pada tanggal 20 Maret 1602 VOC (Verenigde Oost-Indische Compagnie) didirikan dengan berdasarkan ide dari Johan van Oldenbarnevelt, seorang pengacara terkenal di Belanda. Van Oldenbarnevelt mendesak De Staten-Generaal (parlemen) untuk menghentikan situasi persaingan antar sesama perusahaan Belanda sendiri. Berdasarkan hal itu VOC yang merupakan merger dari perusahaan-perusahaan dagang milik perseorangan di Belanda yang sebelumnya bersaing ketat di Nusantara didirikan. Aset awalnya pada saat itu adalah sebesar 6,5 juta Gulden dan memperoleh monopoli perdagangan “East of the Cape of Good Hope”‘Semenanjung Timur yang penuh harapan’. [1]

VOC adalah perusahaan perseroan terbatas pertama di dunia di mana para pemilik perusahaan tadi diwakili kepemilikannya dalam bentuk andil (saham). Karena itu VOC dibagi menjadi 6 kamar dagang, yakni Amsterdam, Zeeland, Enkhuizen, Delft, Hoorn dan Rotterdam. Dari total modal bersama sebesar 6,5 juta Gulden, Amsterdam menyerahkan 57%, Zeeland 20%, Enkhuizen 8%, Delft 7%, Hoorn 4% dan Rotterdam 3%. [2]

Rentang waktu resmi penjajahan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda

Berdasarkan uraian di atas, jelas VOC bukanlah bagian dari Pemerintah Kerajaan Belanda, bukan juga wakil resminya. Karena kepemilikan saham VOC dimiliki oleh swasta Belanda, maka kekuasaan VOC di Nusantara sejak didirikannya 20 Maret 1602 hingga berakhir karena kebangkrutannya pada tanggal 17 Maret 1798 bukanlah kekuasaan Pemerintah Kerajaan Belanda, namun kekuasaan perusahaan dagang Belanda.

VOC diberikan hak istimewa, selain mendapatkan ijin dagang (octrooi) dan monopoli perdagangan di Nusantara, perusahaan ini juga diberi izin memiliki angkatan perang dan membuat uang sendiri.

Pimpinan terakhir VOC adalah Pieter Gerardus van Overstraten yang masa kekuasaannya berakhir pada tanggal 31 Desember 1799. Setelah masa VOC berakhir inilah kekuasaan atas kepulauan Nusantara jatuh kepada Pemerintah Kerajaan Belanda yang pada waktu itu dijajah oleh Perancis di bawah kepemimpinan Napoleon Bonaparte. Secara resmi Pemerintahan Hindia Belanda didirikan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda sebagai koloni pada tanggal 1 Januari 1800 dengan Gubernur Jenderal pertamanya diangkat kembali Pieter Gerardus van Overstraten (pimpinan VOC terakhir). Dia hanya menjabat sampai tanggal 22 Agustus 1801.

Kekuasaan Pemerintahan Hindia Belanda kemudian sempat terputus disebabkan Belanda kalah perang dengan Inggris di Pulau Jawa. Belanda yang merupakan jajahan Perancis harus menerima akibat diserang oleh Inggris karena di Eropa sana Perancis juga diperangi Inggris. Sepak terjang Napoleon Bonaparte di Eropa menjadi penyebab peperangan ini.

Perang yang terjadi di Batavia (Jakarta sekarang) melibatkan 15.000 pasukan Inggris, dibawah kepemimpinan Lord Minto, melawan 12.000 serdadu gabungan Belanda, Perancis dan Jawa. Perang Inggris melawan gabungan Belanda dan Perancis ini terus berlangsung hingga Belanda dan Perancis menyerah kalah dan terdesak sampai di Kali Tuntang, utara Salatiga dengan ditandatanganinya Kapitulasi Tuntang tanggal 18 September 1811. [3]

Kekuasaan Inggris di Nusantara dimulai dengan kepemimpinan Lord Minto sendiri yang kemudian digantikan oleh Thomas Stamford Raffles pada tahun 1811 itu juga. Kekuasaan Raffles sebagai Letnan Gubernur Jawa berakhir tanggal 11 Maret 1816 dan digantikan oleh John Fendall.

Pada tahun 1814 terjadi perubahan politik di Eropa ketika itu Perancis kalah dari Inggris yang berimplikasi pada hubungan Inggris dengan Belanda yang menjadi membaik. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian London, yang isinya antara lain menjelaskan bahwa Belanda akan menerima kembali daerah jajahannya di Nusantara yang dahulu direbut oleh Inggris.

Pada tanggal 19 Agustus 1816 Inggris berdasarkan Perjanjian London menyerahkan kembali kekuasaannya di Nusantara kepada Belanda. Dalam serah-terima tersebut, Inggris diwakili oleh John Fendall, sedangkan Belanda diwakili oleh Buyskes, Elout, dan Van der Capellen.  Dengan demikian, berakhirlah pemerintahan pendudukan Inggris di Nusantara, dan era kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda dimulai kembali hingga berakhir tanggal 17 Agustus 1945, Proklamasi Kemerdekaan RI dibacakan oleh Dwi Tunggal Soekarno-Hatta di Jakarta. [4]

Perhitungan masa kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda di Indonesia

Dari uraian di atas kita bisa menyimpulkan bahwa masa kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda di Indonesia adalah sebagai berikut:

Masa Pemerintahan Hindia Belanda pasca bubarnya VOC (31 Desember 1799)

Dimulai dengan diangkatnya Gubernul Jenderal Hindia Belanda pertama, yakni Pieter Gerardus van Overstraten, yang sebelumnya pimpinan VOC di Nusantara pada tanggal 1 Januari 1800 hingga serah terima kekuasaan dari Pemerintah Hindia Belanda kepada Inggris di Kali Tuntang, Salatiga tanggal 18 September 1811. Pada tanggal tersebut juga diangkat secara resmi penggantinya dari Pemerintah Inggris yakni Lord Minto. Jumlah rentang waktu dari tanggal 1 Januari 1800 sampai 18 September 1811 adalah 11 tahun 8 bulan 17 hari.

Masa berikutnya adalah era Pemerintahan Hindia Belanda kedua setelah diterima kembali dari Pemerintah Inggris pada tanggal 19 Agustus 1816 Inggris berdasarkan Perjanjian London. Jumlah rentang waktu dari tanggal 19 Agustus 1816 hingga 17 Agustus 1945 adalah 128 tahun 11 bulan 29 hari.

Jadi akumulasi masa penjajahan Pemerintah Hindia Belanda di Nusantara yang berkedudukan sebagai wilayah kolonial Kerajaan Belanda adalah 11 tahun 8 bulan 17 hari ditambah 128 tahun 11 bulan 29 hari sama dengan 140 tahun 8 bulan 15 hari(dengan asumsi 1 bulan adalah 31 hari).

Iklan

Bangga Jadi Orang Indonesia

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s